Post Terakhir

Takdir dan Kesulitan Hidup, Apa Sebabnya?

“Ya sudahlah, saya harus menerima keadaan yang payah ini. Ini sudah takdir” Pernahkah anda mendengar kalimat tersebut atau semisalnya?. “Kita memang ditakdirkan miskin, mau gimana lagi? Terima saja dengan ikhlas”. Pernah mendengar? Jadi seolah-olah orang yang mempunyai paradigma tersebut menyalahkan Tuhan akan kekacauan hidupnya. Kalimat diatas nampaknya bagus dan bener, namun sejatinya adalah kalimat yang diucapkan oleh “The Looser Sejati”. Nah lo?

Padahal paradigma seperti itu perlu diluruskan. Karena hidup kita adalah tanggung jawab kita. Ketika kita,

  • Miskin
  • Banyak hutang
  • Selalu gagal
  • Penyakitan
  • dsb

Fenomena masalah kehidupan diatas adalah sekumpulan takdir akibat tindakan salah kita dimasa lalu. Ini sebagaimana hukum sebab akibat yang sangat logis. Kekacauan itu semua adalah salah kita. Katakan dengan keras, “SALAH KITA”. Jadi jangan sekali-kali memendam kesedihan dengan mengatakan, Ini takdir Tuhan.

Tahukah anda apa itu takdir? TAKDIR adalah akibat dari keputusan yang diakhiri dengan tindakan. Takdir kita adalah kumpulan dari paradigma yang menjadi keputusan untuk dipilih kemudian menyebabkan adanya RESULT atau akibat. Kesimpulannya adalah segala RESULT adalah tanggung jawab kita.

Jadi tatkala hidup kita kacau berarti salah siapa? Salah kita. “Tuhan apa yang salah dengan doaku sehingga tidak terkabul? Mengapa hidup penuh beban dan hutang tak kunjung lunas?” Jelas ada yang salah.. Tunjuk hidung, disitulah yang salah. Introspeksilah..

Jikalau doa, niat, keputusan dan diakhiri dengan tindakan semuanya full CONNECT kepada Sang Pencipta, maka RESULT nya adalah kemudahan dan pertolongan. Ketika malam hari berdoa kepada Sang Pencipta, lalu pagi harinya niat, keputusan dan tindakan didasarkan kepada NGAREP selain_Nya, maka RESULT nya adalah kesulitan. Inilah aturan/ system yang sudah tertulis rumusnya dalam Firman_Nya.

Manusia DIUJI dan Allah swt menilai, yakni seberapa besar prosentase/ kecenderungan untuk percaya (Iman) kepada_Nya, dan seberapa besar IMAN kepada nafsu dan syetan. Dalam bahasa lain, seberapa besar prosentase kita menyembah Allah swt dan seberapa besar prosentase menyembah toghut dan syetan. Kalau Allah swt menilai bahwa IMAN si fulan sudah bagus, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi datangnya pertolongan Allah. Jikalau Allah swt menilai bahwa IMAN si fulan masih perlu diperbaiki, maka DIA akan memberikan berbagai ujian agar si fulan mau kembali. Begitu kurang lebih :)
Jadi jawaban mengapa takdir kita selalu saja berat disebabkan IMAN kita masih perlu dibenahi. Allah swt memberikan berbagai ujian kehidupan dimaksudkan agar kita mau muhasabah diri kemudian belajar. Bukan Allah swt tidak datang dan memberikan pertolongan, justru disaat kesulitan itulah Allah swt datang dan memberikan pengajaran akan arti tauhid. Apa tauhid itu? Perhatikan dengan seksama firman Allah swt dibawah ini,
“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun……. (QS An Nisaa’ 36)Wallahu A’lam