Post Terakhir

Seruan Salam untuk hambaNya dari Ar-Rahman

http://menatahidup.com/wp-content/uploads/2016/05/surah-arrahman_20160112_134228.jpg

Ar-rahman sebuah kata yang sangat tidak asing diperdengarkan dalam umat muslim. Memiliki arti “Maha Pengasih” yang tidak lain adalah salah satu sifat yang dimiliki Sang Khaliq Allah SWT. Banyak sekali makna yang terkandung dialamnya namun sering kali manusia lalai terhadap sifat Allah yang satu ini. Bahkan Ar-rahman merupakan salah satu Asmaul Husna yang paling diagungkan karena begitu banyaknya keistimewaan didalamnya.

Dalam menjalani hidup ini sudah sepatutnya kita sebagai makhluknya Allah harus mensyukuri segala yang telah kita dapatkan. Mungkin terkadang semua itu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan namun inilah pemberianNya sebagai dzat Ar-Rahman terhadap makhluk-makhluknya di dunia. Belum tentu apa-apa saja yang kita inginkan bernilai baik kepada kita itu juga bernilai baik dari Allah dan juga belum tentu apa-apa saja yang kita nilai buruk itu juga buruk dari Allah. Karena sesungguhnya Allah sebagai dzat Ar-Rahman pasti mengetahui apa yang baik untuk kita dan juga yang kita butuhkan bukan yang kita selalu inginkan. Jika kita selalu mensyukuri nikmat yang selalu kita dapat pasti nikmat yang kita terima itu akan bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan kita.

Didalam surat Ar-Rahman terdapat ayat yang mengartikan “maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan”. Ayat yang diulang sebanyak 31 kali dalam surat tersebut memberitahukan kita bahwa Allah menyampaikan sebuah salam kepada makhluknya atas nikmat yang selalu diberikan selama hidupnya.

Apalagi nikmat yang kurang yang telah kita dapat dalam hidup ini?

Masihkah kita berdusta akan nikmatnya?

Masihkah kita ragu akan nikmatnya?

Dan masihkah kita tak bersyukur atas nikmat yang berlimpah setiap detiknya mengalir pada hidup kita?

Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata “dusta”; bukan kata “ingkari”, “tolak” dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya.

Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu, mereka mendustakannya!

Bukankah kalau kita mendapat uang yang banyak, kita katakan bahwa itu akibat kerja keras kita, kalau kita berhasil mendapat gelar itu dikarenakan kemampuan otak kita yang cerdas, kalau kita mendapat nilai bagus itu karena usaha kita belajar saja. Pendek kata, semua nikmat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita saja. Tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan! Kita telah bergelimang kenikmatan, telah banyak uang kita, telah berderet gelar di kartu nama kita, telah banyak prestasi kita, ingatlah baik kita dustakan atau tidak semua nikmat yang kita peroleh hari ini akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat!

“Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikmat yang kamu peroleh saat ini” (QS 102:8). Sudah siapkah kita menjawab serta mempertanggung jawabankannya? Allah berfirman “Fain Tauddu ni’matallahi la Tukhsuuha” artinya : “Apabila kamu menghitung nikmat Allah (yang diberikan kepadamu) maka engkau tidak akan mampu (karena terlalu banyak)”.

 

Penulis

 

Fandy Pamungkas

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments