Post Terakhir

Sedekah dan Ujian Hidup

berjalan menapaki

Assalaamu ‘Alaikum

Alhamdulillah washolaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah ammaa ba’dah.

Sekitar tahun 1976 lahir seorang anak laki-laki yang keempat dari tiga bersaudara perempuan. Anak itu lahir dengan seorang ayah yang sedang sakit yang sudah sekian lamanya tidak kunjung sembuh. Ibu berkata pada sang bayi yang masih berada dalam kandungan yang sudah 11 bulan lamanya,sambil mengusap perutnya ibu berkata: “Nak lahirlah nak..,ibu sudah lelah mengandungmu, ibu menunggu ayahmu yang sedang sakit, tapi tak kunjung sembuh”. Akhirnya dengan doa ibu yang mustajab dan selang beberapa hari kemudian lahirlah seorang anak laki-laki yang memang ayah sudah lama menginginkan seorang anak laki-laki. Dengan sangat senang hati ibu bersyukur dan setelah 7 hari kemudian anak itu di berilah nama SABAR, ini dimaksudkan agar anak ,ibu ,ayah,dan keluarga agar diberi kesabaran oleh Alloh dengan keadaan ayahnya si anak dalam keadaan sakit yang tak kunjung sembuh.

Di saat kegembiraan datangnya seorang anak laki-laki, bayi masih merah dan baru berumur 40 hari tiba-tiba ayah meninggal dunia. Alloh memanggil sang ayah pada saat itu dan anak-anak menjadi yatim. Singkat cerita ibu menjadi pemimpin rumah tangga dan sekaligus pencari nafkah buat kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah dengan sifat Rohman dan Rohim-Nya Alloh ibu dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bahkan dapat menyekolahkan anak-anak semua dan tanpa ada kekurangan rizki walau dengan berjualan sayuran keliling di kampung. Ini sungguh luar biasa sobat pembaca. Ini yakin sekali karena memang ibu tidak sayang kalau punya rizki disedekahin walau sedikit. Subhanalloh, inilah yang di janjikan Alloh atas manfaat bersedekah.

Anak laki-laki yang pendiam tumbuh semakin besar. Setelah duduk di bangku SD(sekolah dasar),kemudian melanjutkan sekolah ke Tsanawiyah(MTs)/setingkat SMP, walaupun sempat berhenti kurang lebih satu tahun setelah tamat sekolah dasar,di lingkungan yang agamis dan tinggal di dekat mushollah Al-Ikhlas namanya, ilmu agama Alhamdulillah yang menjadikan saya mengerti arti hidup dan tujuan hidup di dunia, agar tidak melupakan kehidupan yang abadi yaitu kehidupan akhirat.

Kepada pembaca yang budiman,seorang anak lahir,baru umur 40 hari ,ayahnya meninggal dunia,ibu mempetjuangkan keluarga seorang diri ,ini Masya Alloh dan sangat luar biasa menurut saya, mungkin juga pembaca akan sangat menghargai seorang ibu, kasih sayangnya tak terbalaskan, walau di tukar dengan emas murni yang menggunung. Setelah kelulusan Tsanawiyah/setingkat dengan SMP,saya bingung sekali sahabat pembaca diantar berfikir melanjutkan sekolah àtau saya harus bekerja membantu orang tua. Di satu sisi saya ingin sekolah dan menuntut ilmu, di satu sisi saya tidak ingin membebani ibu dengan biaya-biaya sekolah nanti, saya berfikir keras karena sobat pembaca tahu sendiri kan ilmu itu: Alloh telah menjelaskan betapa keutamaan orang yang berilmu, Alloh akan mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman diantara  kamu dan mengangkat derajat oranng-orang yang berilmu.Dari sinilah saya akan bertawakkal kepada Alloh,dan selama 12 hari berturut-turut sholat malam istikhoroh dengan berdoa:”Ya Alloh Iyyakana’budu waiyyakanasta’iin,Ya Alloh aku hanya menyembah kepadamu dan minta tolong hanya kepadamu,tentukanlah pilihanku,apakah aku harus bekerja mencari rizki atau sekolah tapi yang bisa sambil bekerja.

Alhamdulillah tidak sia-sia sobat pembaca,Alloh mengasih isyarat lewat mimpi 3 hari berturut-turut,agar supaya melanjutkan menuntut ilmu yaitu sekolah lagi. Akhirnya sobat pembaca saya putuskan untuk melanjutkan sekolah lagi,dengan ridlo Alloh. Dan pada saat penerimaan murid baru,akhirnya saya mendaftar di sekolah Madrasah Aliyah/setingkat dengan SLTA,di sekolah Madrasah Aliyah sebelum saya mendaftar sebagai murid baru,di sana saya menemui Bapak Kepala Sekolah, yang pada waktu itu namanya Bapak Drs.Husain Jabidi. Setelah saya menceritakan kepada Bapak Kepala Sekolah mengenai keinginan saya untuk sekolah sambil bekerja dan minta ijin pada hari rabu saya tidak masuk sekolah untuk mencari tambahan biaya sekolah dengan bekerja, Alhamdulillah dengan bijak Beliau mengizinkan. Ada dua hari yaitu rabu dan minggu saya bekerja sebagai penjual baju-baju di pasar,istilah sekarang sales conter.Dengan cara inilah saya bisa sekolah selama 3 tahun di bangku Aliyah/SLTA,memang penghasilan saya tidak seberapa yang hanya dua hari bekerja dalam satu minggu,namun ini bisa membantu ibu dalam pengeluaran administrasi di sekolah. Ini pasti tidak mencukupi kebutuhan sekolah seperti bayar spp bulanan,alat-alat kebutuhan sekolah,bahkan transport.

Pada suatu hari saya di panggil Bapak Kepala Sekolah,alangkah senengnya saat itu karena saya mendapat beasiswa bagi anak yang kurang mampu, bahkan pada waktu itu saya dan teman saya menurut Bapak Kepala Sekolah terpilih,yaitu siswa yang mendapat beasiswa kuliah di mesir setelah lulus,saya waktu itu sudah berandai-andai,ini adalah sesuatu yang sangat saya impikan dan mudah-mudahan terwujud,karena saya dari dulu ingin cita-cita tercapai yaitu dapat menguasai bahasa inggris dan bahasa arab. Ini memang sudah menjadi suratan takdir Illahi,walaupun demikian saya bersyukur kepada Alloh Azza Wajalla,karena-Nya saya masih di beri kesempatan untuk menuntut ilmu,karena masih banyak di luaran sana yang tidak bisa melanjutkan sekolah dengan berbagai faktor, faktor keuangan,dan bahkan faktor dari anak itu sendiri.

Sahabat pembaca yang budiman  saya tumbuh menjadi dewasa karena tempaan hidup yang saya lalui sangat dipenuhi suka dan duka, ingat pada waktu kecil saya di olokin sama temen-temen bermain, ramai-ramai mereka berteriak-teriak:”sabar ga punya bapak,sabar ga punya bapak”,yah..namanya juga anak-anak di maklumkan saja pada waktu itu. Waktu itu saya bertanya kepada ibu yang sangat saya banggakan:”Ibu ayahku mana,katanya aku tidak punya ayah”. Ibu kemudian menjawab,itu ayahmu..Kak Tomo. Saya ngikutin aja apa yang dikatakan ibu,padahal Kak Tomo itu adalah Kakak saya yang pertama lain ayah tapi seibu. Sobat pembaca ,sampai sekarang juga terkadang sifat manusiwi datang juga, sedih bila ingat dari umur 40 hari ditinggal ayah,ibu bekerja penjual sayur keliling,sore hari saya jemput naik sepeda goes,agar ibu tidak terlalu capai berjalàn, demikianlah hidup, Alloh Maha mengetahui dan Maha bijak atas takdir buat umat-Nya yang terkadang saya sedih sampai mengeluarkan air mata,sampai saat ini saya belum pernah melihat ayah saya walaupun hanya sebuah foto,saya mencari-cari KTP ayah saya mungkin masih tersimpan tapi juga entah kemana,foto satupun tidak ada,yah…ini mungkin sudah kehendak Alloh,agar saya menjadi pribadi yang sabar sesuai nama saya SABAR bin Mad Nasirin /alm.

Singkat saja ya pembaca yang baik…

Dalam mengambil suatu keputusan itu memang harus yakin,namun sekiranya ada kebimbangan kita harus minta petunjuk kepada Alloh Sang Maha Pemberi petunjuk,dengan kehati-hatian,selektif saya yakin keputusan itu tidak sia-sia walaupun berbeda dengan apa yang kità harapkan.Contohnya saya bercita-cita ingin menguasai dua bahasa yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,namun cita-cita saya tak terwujud.Memang sedikit sekali bahasa yang saya kuasai namun tidak apa-apa yang pasti tidak nol dalam bahasa  tersebut.
Sahabat pembaca bila Alloh sudah berkehendak màka kita tidak bisa mengelak atau meolak yang sudah menjadi kehendak-Nya.Dan bagi sobat pembaca yang masih belum punya pasangan hidup baca terus cerita saya ini yang benar-benar saya alami.Semenjak duduk di bangku Tsanawiyah/SLTP,saya ingat betul sebuah hadist Nabi SAW,yang maksudnya kurang lebih demikian:”Ada empat kriteria untuk memilih pasangan hidup:

1.Karena kecantikannya
2.karena hartànya
3.karena nasab/keturunannya
4.karena agamanya.

Dari sinilah saya membuat doa seperti di atas yaitu:”Allohummarzuqna zaujatan shoolikhotan wajamilan waghoniyatan,Amiin.dan sekirany Engkau berkehendak lain maka setidaknya,jodoh saya nanti yang telah Engkau tulis dan Engkau takdirkan sebelum saya lahir,semoga dia seorang yang mau mengamalkan agamamu ya Alloh.

Setelah bertahun-tahun saya memohon berdoa setiap setelah sholat fardlu dan Alhamdulillah Alloh mempertemukan jodoh saya. Perkenalan berlalu hanya satu minggu tepat pada bulam suci Romadlon,setelah itu saya ngasih sebuàh amanah dan sifatnya adalah lillah.Saya berkata kepadanya :”Ade saya bawa cincin ini buat ade untuk perķenalan saja mohon diterima,dan saya ada niat baik sama ade,saya ingin ade selalu minta petunjuk kepada Alloh apakah kita ini dipertemukan untuk berjodoh,jikalau kita tidak mendapatkan petunjuk dalam hubungan setelah ini saya berharap kita tidak akàn saling benci ,setelah itu saya merantau jauh ke seberang yaitu Pulau Natuna Riau,selama dua tahun,kami hanya berkomunikasi lewat telfon saja,dan diakhir tahun yang kedua sempat bingung petunjuk belum kunjung datang,tapi dengan kehendak-Nya akhirnya setelah sholat malam yang sering dilakukan akhirnya Alloh kasih petunjuk lewat mimpi,singkat cerita kami menikah di Tahun 2010 bulan november tepatnya tanggal 23/bulan haji.

Bahagia rumah tangga yang kami jalani,namun ditengah kebahagiaan rumah tangga yang baru di mulai,tiba-tiba ibu dari istri sakit,kita sedih sekali semua keluarga sedih,dan setelah di bawa ke dokter ajhirnya sembuh,namun beberapa bulan kemudian sakit lagi,sampai sekarañg sahabat pembaca ibu dari istri sakit tergeletak 5 tahun,usaha berobat kesana sini sudah kàmi lakukan namun Alloh belum kasih jalan yang terbaik buat beliau.di dasaat ibu mertua saya sakit,ibu saya yang sangat saya sayangi sakit,saya dan keluarga membawa ibu berobat ke dokter,namun hampir dua minggu belum sembuh juga,akhirnya saya bermunajat kepada Alloh,sholat malam sambil meramu jamu buat ibu agar cepat sembuh,Alhamdulillah pembaca yang di sayangi Alloh,berkat doa dan ramuan yang sederhana ibuku sembuh seperti sediakala.

Ini benar-benar kekuasaan Alloh sobat dan di luar logika manusia, karena apa sobat pembaca? pada saat ibu saya diperiksa dokter lambung ibu menurut hasil dokter mengalami pendarahan,namun dengan yakin dan izin Alloh penyakit ibu sembuh,bahkan obat dari dokter pada waktu itu tidak saya minumkan,karena saya tahu ibu sudah banyak mengkonsumsi banyak obat-obatan.

Sobat pembaca pernikahan kami sudah relatif lama tapi belum di kasih momoñgan,selama itu istri sering sedih bila tetangga bertanya-tanya selalu dan diolokin ga punya anak,setahun berĺalu belum juga dikaruniai anak juga,tiba-tiba istri sakit perut yang amat sakit,pada saat itu saya tidak kuat dan tidak kuasa melihat kesakitan yang dialami istri saya,setelah di bawa ke dokter dan hasilnya adalah malam itu juga dokter bilang kepada saya agar cepat mengambil tindakan operasi sesar  yang harus harus segera dilaksanakan.Akhirnya setelah dilakukan persyraratan dan persetujuan sesuai prosedur Rumah Sakit,tindakan operasi malam itu juga dilaksanakan.Ya Alloh kuatkan ujian ini,ibu dari istri sakit,ibuku sendiri habis sakit,sekarang istri harus operasi yang memerlukan beaya yang tidak sedikit,Akhirnya istri di operasi ,dan Alhamdulillah pada saat itu saya ada tabungan sewaktu bekerja di luar kota selama dua tahun sebelum menikah,detik demi detik ,saat-saat operasi di lakukan perasaan takut,cemas,khawatir bercampur jadi satu,Puji syukur lagi kepada Alloh operasi berjalan baik dan hasil sempurna.

Sudah kesekian lamanya setelah kesembuhan,kami senang sekali,walau masih ada ganjalan yang membuat sedih yaitu kapan hadirnya seorang belahan jiwa yang didambakan setiap keluarga.

Terinspirasi Ustad Yusuf mansur yang sering tayang di TV,yang sering menampilkan figur-figur yang telah mereka alami dalam kenyataan yaitu tentang manfaat yang luar biasa tentang bersedekah,akhirnya kami menyempatkan untuk bersedekah walaupun nilainya sedikit tapi terus menerus untuk mendapat ridlo Alloh,membaca surat Al-Mulk sebelum tidur,surat Àl-waqi’ah di pagi hari,Aĺhamdulillah Alloh mengkabulkan doa kami,kami di karunia seorang anak laki-laki yang kami impikan.Amiin dan segala puji bagi Alloh,jika Alloh berkehendak atas segala sesuatu maka Alloh Maha Kuasa.

Kegembiraan mewarnai hidup keluarga kami,walaupun ibunya istri masih terbaring sakit. Dan baru beberapa bulan anak kami lahir, ibu kandungku tiba-sakit lagi,dan kemudian sembuh lagi,dan pada saat anak saya berumur kurang lebih satu tahun ibuku jatuh sakit lagi,mungkin faktor usia juga ibu sakit,tidak lama satu hari sakit,Alloh berkehendak lain sobat pembaca,ibuku di panggil Alloh untuk selama-lamanya.

Pada waktu itu air matà mengalir,menangis sedih tak terkira,ibu…ibu…ibu..orang yanģ telah mengandung,mendidik,membimbimbing dan membesarkan saya telah tiada,Alloh telah memanggilnya.Memang sedih bila kita di tinggalkan ibu yang telah membesarkan kita,mendidik kita, bahkan rela mengorbankan jiwa dan raga buat anak-anak dan keluarga,perjuangan dan pengorbanannya tak tergantikan.Sampai-sampai Nabi Muhammad SAW bersabda:”Surga di bawah telapak kaki ibu”.

Inilah kehidupan di dunia,penuh misteri ,penuh cobaan,penuh tantangan.
Ada suka,ada duka silih berganti,ada tangis ada tawa,ada juga pembeda,ada kaya ada miskin,semua adalah kehendak Sang Maha Pencipta.

Wassalaamu ‘Alaikum Warohmatulloohi wabarokaatuh.

(BY SABAR,JAKARTA,13 Juni 2016/Malam Sunyi)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments