Post Terakhir

Pertolongan Allah Ada Dimana-mana (1)

Bismillaahirrahmaanirrahiim …

Senja, seorang mahasiswa akhir di PTN Banten. Kini, ia sedang menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa S1. Ini tahunnya yang kelima, telat satu tahun dari waktu yang seharusnya. Keterlambatan lulusnya bukanlah disebabkan malas atau hal lainnya, tapi amanah yang datang kepadanya di saat tahun keempat. Amanah yang diembannya bukanlah sebuah penghambatan untuknya ‘tuk lulus tepat waktu, tapi juga ia tak bisa menolak amanah yang datang kepadanya. Singkat cerita satu tahun menjalani amanah juga menyelesaikan skripsi yang harus segera dituntaskannya. Namun sayang, ketercapaiannya untuk mengejar waktu yang tepat belum mampu ia kejar. Meskipun bukan sebuah alasan ‘tuk mengatakan “ada amanah yang harus diselesaikannya”, sebab skripsi pun adalah amanah dari orangtua.

Senja, yang aktif di bidang organisasi keislaman, percaya dan yakin akan pertolongan-pertolongan Allah. Banyak yang bisa dirasakan saat meyakini ketika menolong agama Allah, maka Allah akan menolong hamba-Nya. Kini amanah organisasi telah ia selesaikan, sekarang ia menyelesaikan amanah dari orangtua, kemudian lulus. Suatu hari, Senja berangkat dari rumahnya di Tigaraksa, Banten. Untuk menuju kampusnya di Serang, ia membutuhkan perjalanan kurang lebih satu jam untuk sampai di lokasi. Perjalanannya lumayan jauh, ia harus menaiki angkot dari rumahnya menuju pemberhentian bus yang akan membawanya ke Serang. Dalam perjalanan di angkot, ia duduk di depan, tepat samping pak sopir. Ongkos perjalanan dengan angkot memerlukan Rp. 5.000,00. Belum lagi ditambah ongkos bus yang mengantarkan ia pada lumbung ilmu, Rp. 8.000,00. Lumayan besar baginya dari seorang anak yang bapaknya pekerja sopir taksi dan ibunya buruh cuci juga menjaga anak tetangga. Tak seberapa penghasilan kedua orangtuanya. Ditambah dua adiknya, satu baru tercatat sebagai mahasiswa di PTN yang sama dan satunya menginjak kelas 3 SMP.

Senja, seorang yang pelupa. Sering ia terlupakan dengan barang-barang berharganya yang entah disimpan di mana. Sebab kelalaiannya, sering ia dikerjai oleh teman-temannya yang dengan sengaja untuk membuatnya kapok. Misalnya, lupa dengan handphonenya yang ia simpan. Perjalanan menuju pemberhentian bus, ia belum sadar bahwa ia tidak membawa dompet. Otomatis ia tidak membawa uang untuk membayar ongkos perjalanan. Sebelum sampai tujuan, ia membuka resleting tasnya, kemudian mencari dompet ‘tuk mengambil uang yang akan ia berikan kepada sopir angkot. Naas, ia sudah mengecek ke sana-sini di dalam tas, dompet yang ia cari tak kunjung tertangkap oleh tangan. Khawatir. Gelisah. Bingung. Mungkin pak sopir melihat, ekspresi dan gerak-gerik Senja.

“Kenapa, Neng?” tanya pak sopir angkot.

Senja mulai bingung. “Pak, dompet saya ketinggalan. Saya ga bawa uang.” lirihnya. Oh iya, Senja adalah sosok yang juga polos. Entah terlalu jujur atau ga tau. Yah, seperti itulah.

“Oh, yaudah ga apa-apa, Neng. Neng mau ke mana?”

“Saya mau ke kampus, Pak, mau bimbingan.”

Sesampainya pada tujuan. Tiba-tiba pak sopir mengeluarkan uang Rp20.000,00 yang diberikan kepada Senja. “Ini Neng. Cukup ga kalau segini?” sambil menyodorkan uang kepada Senja.

“Ya Allah, Pak,” mulai terharu dan sedih hingga membuat bendungan di pelupuk matanya hampir tumpah, tapi Senja mencoba untuk menahannya.

“Ga apa-apa, Neng. Ambil aja. Pake uangnya. Semoga bermanfaat. Semoga juga kuliah Neng cepat selesai,” kata pak sopir.

“Ya Allah, Pak. Makasih ya, Pak. Nanti saya ganti. Bapak biasanya narik di mana aja, Pak?”

“Ga usah Neng. Bapak ikhlasin kok. Takutnya kalau Neng janji buat ngebalikin dan ga ketemu Bapak kan repot. Kasian Nengnya. Bapak cuma bisa bantu dikit semoga bisa bermanfaat.”

Nyeessss… bendungan di pelupuk matanya yang sempat ia tahan mulai jatuh satu per satu. Senja mengalihkan pandangan keluar agar tak terlihat Bapak sopir.

“Bapak percaya kok sama Neng. Neng pasti orangnya baik.” (Senyum)

Maka saat itu hanya ada doa-doa yang Senja panjatkan kepada Ilahi Rabbi untuk Sang Bapak Sopir. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi selain ucapan terima kasih kepada Bapak Sopir angkot juga kepada Allah.

“Makasih ya, Pak. Semoga rezekinya hari ini dan seterusnya lancar. Aamiin….” sahut Senja.

“Aamiin. Makasih Neng. Semoga Neng juga cepat selesai kuliahnya.” Pak sopir kembali mendoakan.

Pertemuan itu menjadi pertemuan yang begitu mengharukan bagi Senja. Ada rasa syukur kepada Allah telah mempertemukan dan menjadi Bapak sopir sebagai tangan pertolongan-Nya. Padahal sebelum percakapan itu terjadi, saat Senja mulai sadar bahwa ia tidak membawa dompet, ia mulai memutar ingatannya pada hari itu, apa saja yang sudah ia lakukan, kesalahan atau dosa apa yang ia lakukan. Setelah mengingatnya, Senja sadar ada yang sempat ia lakukan dengan tidak pantas, kemudian Senja beristigfar memohon ampun kepada Allah, hingga akhirnya pertolongan Allah datang melalui Bapak sopir angkot.

Pertemuan Senja dengan Bapak sopir angkot bukanlah untuk pertama dan terakhir kalinya. Suatu hari, saat Senja menuju peraduannya di Tigaraksa, ia kembali dipertemukan oleh Bapak sopir itu. Semoga kebaikan Bapak sopir dapat menambah keberkahan dalam setiap rezeki yang beliau cari. aamiin.

Para pembaca setia kalamuna, kadang kala kita lupa dari setiap peristiwa yang terjadi ada sangkutputnya dengan apa yang kita lakukan sebelumnya. Perihal lupa yang seperti terjadi oleh Senja, kadang ada hal yang kita lakukan tidak sepatutnya sehingga kita diberikan peringatan oleh Allah melalui lupa atau kejadian lainnya. Jika pernah mengalami seperti itu, coba ingat kembali, apa saja yang sudah kita kerjakan/lakukan saat sebuah kejadian menimpa kita? Dari hal terkecil sekalipun hingga hal yang terbesar. Kadang kita melupakan hal terkecil yang kita lewatkan. Lalu, jika kita menyadari adanya kesalahan yang kita lakukan sebelumnya, bersegeralah untuk istigfar (memohon ampun kepada Allah) dengan hati penuh ikhlas, hingga Allah mengampuni kita dan akhirnya Allah kembali menolong kita melalui perantara-perantara-Nya yang tak pernah kita duga sekalipun. Wallahua’lam bi shohab.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments