Post Terakhir

Perihal Transfer Pemain Sepakbola

Perihal Transfer Pemain Sepakbola

Kemarin Pak Deddi dalam grup whatsapp Medina mengabarkan perpindahan pemain Madrid, Ricardo Izecson Dos Santos Leite alias Kaka ke AC Milan dengan tajuk “Welcome Home Kaka”. Ya, dalam penutupan bursa transfer pemain yang ditutup sore 2 september kemarin waktu eropa, AC Milan, sebuah  klub sepakbola dari Italia berhasil memulangkan kembali mantan andalannya yang pernah memberi banyak gelar itu. Kaka dulu adalah pemain yang sangat dipuja oleh Milanisti (julukan supporter Milan) sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid (klub Spanyol) pada 2008. Dan selama 5 tahun disana dengan permainan naik turun dan sering dibangkucadangkan karena tidak bermain selayaknya di Milan, maka Madrid memutuskan untuk menjual Kaka kembali ke AC Milan.

Jual Beli pemain antar klub memang lazim terjadi di sepakbola, bukan suatu keanehan lagi jika ada pemain yang dihargai sangat mahal, karena memang sudah lama sepakbola telah menjadi bisnis. Saat ini, sudah banyak pengusaha atau konglomerat dunia yang menginvestasikan uang hasil usahanya untuk membeli saham suatu klub, dengan dalih mencari keuntungan atau mendapatkan kepuasan semata. Sejak zaman Chelsea yang mulai dimiliki oleh seorang konglomerat Rusia bernama Roman Abramovich, kemudian Manchester City diakuisisi oleh Syeikh Mansour dari timur tengah, dan dari dalam negeri sendiri seorang pengusaha Erick Thohir pun ikut-ikutan membeli klub di USA dan kabarnya juga mau membeli saham Inter Milan, Saudara sekota AC Milan.

Ketika klub-klub sepakbola itu mempunyai uang banyak dari kucuran pemilik sahamnya, maka para pelatih dan manajer sepakbola dari klub-klub itu menjadi leluasa untuk membeli pemain yang diinginkan. Coba tengok si mesin beli pemain mahal, Real Madrid, baru saja klub Spanyol ini memecahkan rekor transfer pemain dunia dengan membeli Gareth Bale dari Tottenham Hotspur seharga 86 juta punds, menariknya rekor transfer sebelumnya justru dipegang Madrid ketika membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United. Bisa dikatakan Madrid ini ngga eman duit kalau urusan beli pemain.

Terus bagaimana model Pasar Jual Beli Pemain Sepakbola itu? Ada beberapa model transaksi perpindahan pemain dari suatu klub ke klub lain, perpindahan ini tidak hanya terjadi antar klub senegara tapi antar klub sedunia.

Model yang pertama adalah Pembelian pemain, model ini adalah yang paling jamak terjadi. Ketika suatu klub menginginkan seorang pemain incarannya, maka klub tersebut harus menyiapkan sejumlah uang yang telah disebutkan nominalnya oleh klub pemilik pemain. Terkadang nominal angka yang diberikan klub pemilik pemain itu di luar kewajaran, sebabnya karena pemain tersebut bermain sangat bagus dan berperan penting bagi kesuksesan klubnya, otomatis klub pemilik enggan melepas pemain tersebut untuk dijual. Nah, ketika banyak klub peminat yang ingin membeli, saat itulah klub pemilik dengan serta merta menaikkan harganya dengan harapan meraih untung besar dari penjualan pemain tersebut. Nah disini keegoisan sebuah klub pemilik pemain terlihat, terkadang si pemain justru masih betah di klub itu dan tidak ingin dijual.

Model transaksi yang kedua adalah dengan model tukar tambah atau barter. Nah ini kayak jual beli zaman dulu ya?. Sekarang pun dalam sepakbola model jual beli seperti ini juga ada. Modelnya sih sama kayak jual beli pemain di model pertama. Bedanya, klub peminat bisa membayar harga yang diminta klub pemilik, dengan pemain yang dia punya dan menyertakan sejumlah uang untuk tambahan. Pemain yang jadi alat barter terkadang bisa lebih dari 1, karena mungkin pemain yang diminati harganya lebih mahal dari pemain yang dibarterkan.

Model transaksi ketiga adalah model peminjaman. Nah ini apalagi? Koq kayak perpustakaan?. Model yang ketiga ini adalah ketika sebuah klub pemilik pemain mempunyai stok pemain yang cukup banyak. Misalnya kita ambil contoh Madrid yang punya banyak pemain bintang sehingga ada beberapa pemain yang harus dikorbankan untuk dibangkucadangkan, Nah demi memberi waktu bermain yang lebih banyak bagi pemain-pemain yang ”tersingkir” dari skuad utama itu, maka klub kemudian meminjamkan pemain tersebut ke klub lain. Waktu peminjaman ini terkadang untuk waktu 1 musim dan bisa diperpanjang di musim berikutnya sesuai kesepakatan kedua klub yang terlibat peminjaman pemain. Aturannya, klub peminjam diharuskan membayar gaji pemain yang dipinjamnya tersebut selama masa peminjaman.

Model transaksi keempat adalah model kepemilikan bersama.Model seperti ini biasanya jarang terjadi tapi masih ada dalam bisnis transaksi pemain di sepakbola. Jadi dua klub akan membeli masing-masing separuh dari harga pemain dan dinyatakan menjadi milik bersama. Dua klub yang terlibat perjanjian ini mempunyai hak untuk menarik pemainnya itu untuk bermain di klubnya sesuai dengan kesepakatan kedua klub pemilik bersama itu. Ketika akan dijual ke klub lain (di luar dua klub itu), maka juga harus sesuai kesepakatan keduanya.

Bagaimana dengan kompetisi sepakbola Indonesia, model-model transaksi pemain seperti yang Saya sebutkan di atas tidak banyak terjadi. Ini karena kontrak pemain di Indonesia biasanya untuk 1 tahun saja, karena Klub di Indonesia tidak punya banyak uang untuk mengontrak pemain hingga 4 – 5 tahun seperti di Eropa. Nah ketika suatu musim kompetisi berakhir, otomatis pemain akan bebas untuk dikontrak klub manapun tanpa terikat dengan klub sebelumnya.

Demikianlah, informasi ”penting ga penting” ini Saya sampaikan, semoga ada guna dan manfaat untuk menambah info tentang persepakbolaan bagi kita semua. Sekian

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments