Post Terakhir

Mata Uang Surga

Mata Uang Surga

Lazy Days

Selamat Ramadhan kawan. Di bulan puasa ini, masjid-masjid yang biasanya cuma dijenguk seminggu sekali, popularitasnya jadi meningkat. Mushaf-mushaf al-Quran yang biasanya hanya menjadi pajangan, kini sudah tidak lagi usang. Terlebih, ada shalat tarawih yang menambah variasi ibadah sunnah. Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Kebaikan dibulan ini akan dilipat gandakan, sungguh Allah Maha Besar.

Tuhan memang Maha Segala-gala. Bayangkan saja, di Bulan ini, bau mulut kita saja yang sebetulnya bisa membuat kambing tetangga sebelah rumah pingsan, konon di mata Tuhan, bau tersebut lebih harum dari aroma minyak misik. Dan cuma di bulan Ramadan saja bocah pengangguran dan pemalas seperti saya yang kerjanya hanya bangun tidur, tidur lagi, dapat segepok tabungan pahala. Beuh, kurang baik apa Tuhan sama kita?

Dahulu, sewaktu umur saya belum genap 10 tahun, Bapak sering mengajari saya untuk berpuasa. Biasanya beliau akan menghadiahi uang jajan Rp. 10000 jika saya mampu puasa penuh. Hadiah itu pun hilang seiiring bertumbuhnya saya menjadi bocah yang makin dewasa. Saya jadi terbiasa berpuasa tanpa lagi iming-iming uang.

Meski begitu, layaknya bocah separuh baya, pikiran saya tentang ibadah masih sering kekanak-kanakan. Saya sering menilai Tuhan secara transaksional. Memahami secara untung rugi untuk ikhlas dalam menghamba. Sering kali saya malah konsentrasi pada pahala daripada ibadah itu sendiri. Entah mengapa, saya merasa bersalah dengan sikap tersebut. Saat saya pura-pura mengeluh tentang unek-unekku ini kepada Bapak, Bapak justru tersenyum. Bapak bilang, derajat manusia itu beda-beda. Ada yang ibadah karena takut neraka, ada yang pingin masuk surga, ada yang memang ingin mendapat ridha Allah. Dan semua itu, lanjut beliau, masih bisa dibenarkan.

Betapa Allah itu Maha Pemurah dan Pengasih. Asal kita beramal saleh Tuhan pasti akan mengganjarnya. Bahkan jikalau kebaikan itu sebatas niat. Tiap niat buruk belum tentu berujung dosa. Tetapi niat baik selalu berujung pahala.  Niat baik sudah dihitung satu kebaikan. Niat buruk tidak dihitung satu keburukan jika masih sebatas niat. Sejak awal, Allah memang berpihak pada manusia. Kebaikan yang material (dengan uang) maupun yang immaterial (non-uang) sama-sama dikonversikan menjadi mata uang surga, yakni pahala.

Di bulan yang penuh dengan diskon lipat pahala ini, mari bersama kita menabung dan mengumpulkan  mata uang surga, bersama-sama meraih indahnya bulan mulya, perbanyak amal salih, hitung-hitung untuk bekal buka pintu Surga. hehe Amiiiin

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments