Post Terakhir

Kisah Keajaiban Sedekah Cincin Emas

DOA adalah permintaan manusia kepada Allah swt. Dan Allah Maha Mengerti kemana arah doa kita. “Ya Allah, jadikan aku PNS”.. Padahal bisa jadi keinginannya itu hakikatnya adalah menghendaki sebuah status sosial dan jaminan masa depan yang baik. Padahal status sosial dan masa depan baik tidak harus melalui PNS. Ada jutaan cara Allah untuk membaikkan kita.

Ketika kita gagal menjadi seperti doa kita padahal sudah mujahadah dan DOA lalu menggoyahkan iman, maka sejatinya kita sudah gagal. Padahal drama tidak berhenti sampai disini. Jika di proses ini prasangka kita kepada Allah sudah buruk maka jalan berikutnya menjadi lebih buruk.

Oleh karena itu terus maintain prasangka baik kita, meskipun ditikungan pertama kita merasa gagal. Apalagi sebelumnya sudah menerapkan mujahadah dan DOA, Fainsya Allah pada tikungan ke dua atau ketiga atau keberapa terserah Allah, kita akan menemukan sebuah cahaya. Dan hal ini adalah sebuah kepastian.. Cahaya yang diberikannya kepada kita dikarenakan kita sudah pantas menerima anugrah_Nya. Pantas dalam kesabaran, ketangguhan dan keimanan, karena inilah sejatinya pembelajaran yang sesungguhnya.

Hanya perlu maintain rasa yakin kepada Allah swt saja, maka pada sebuah titik tertentu pasti ada jawaban gamblang tentang DOA kita. Jawaban yang teramat cantik, bahkan seringkali tidak pernah kita duga sebelumnya.

Alkisah, Bu Adhin (Istri saya hehehe) ingin membeli kalung, namun uangnya sama sekali tidak ada. Bukan tidak cukup lagi, namun tidak ada. Ia hanya mempunyai sebuah cincin seharga 1.3 jutaan, padahal harga kalungnya sekitar 4 jutaan. Ia mendapatkan nasehat dari suaminya (saya hehehe) untuk rutin dhuha, maka mulai hari itu Bu Adhin geber dhuha 8 rakaat. Keren khan?

Waktu berjalan kurang lebih 2 minggu, namun sepertinya tidak ada tanda-tanda ia dapat rezeki. Hal ini kadang membuatnya sedih :) dan bertanya-tanya apakah dhuhanya tidak ampuh ya? Seringkali ia meminta tambahan uang kepada saya supaya kebeli kalung tersebut. Pasti jawaban saya kurang lebih gini.

“Mah, khan sudah ada cincin, itu sudah bagus kok” Kata saya mencoba melatih rasa syukurnya.

“Iya Pah, tapi mama pengin kalung. Cincin ini mama jual, lalu papa tambahin lagi uangnya supaya kebeli kalungnya”. Kata Istri nggak mau hilang akal.

“Memangnya papa Tuhan yang bisa kasih rezeki? Minta dong sama Allah”. Jawab saya.

“Khan sudah pa? Dhuhanya aja sudah poll”. Kata Istri.

“Emangnya hari ini berapa rakaat?” Tanya saya.

“Empat” Jawab Istri sambil senyum-senyum.

“Nah lo… Beberapa hari yang lalu 8 rakaat sekarang cuman 4, harusnya tambahin jadi 8, 10 apa 12 gitu”, Jawab saya.

“Ah, papa pelit” Kata istrinya.

Sebenarnya saya cuma mau ngajarin istri supaya minta segala sesuatu sama Allah. Supaya nanti kalau saya meninggal duluan ia tidak kehilangan pegangan. Pada tahap ini sang istri sebenarnya hampir saja gagal, karena ia buruk sangka kepada Allah. Ia dhuha disatu sisi namun meminta kepada suami disisi lain. Kata Ustadz Yusuf Mansur ini dosa tauhid lho? Benar sih, suami adalah wasilah, namun jangan ngarep banget-banget dong.. Ngarep pollnya tetap sama Allah, sedangkan Allah swt mempunyai banyak cara untuk mengabulkan DOA, tidak harus pakai duit suami. Jangan sampai anda juga gagal di etape ini.

Syahdan beberapa minggu setelahnya saya dan istri menghadiri pengajian Ustadz Yusuf Mansur. Celakanya cincin istri dibawa :), jadi ketika ada ajakan sedekah dari Ustadz, saya mengernyipkan mata.

“Noooh, mau beli kalung nggak? Ayo cepetan Ustadz sudah ngitung tuh” Kata saya.

Nampak Bu Budi diam sejenak. Nampaknya ada perang keyakinan (iman) dalam dadanya. Namun beberapa saat kemudian dengan mantap ia maju kedepan bersama ibu-ibu lainnya dan menyedekahkan satu-satunya cincin yang ia punya.

Nampak wajah kemerahan dari istri saya, nampaknya agak menyesal menyedekahkan cincin. Wajar manusia merasa berat kehilangan sesuatu yang berharga. Perlu latihan… Asli perlu latihan agar kita tidak terlalu sedih ketika kehilangan sesuatu. Padahal kehilangan sesuatu dijalan Allah sebenarnya hanya dititipkan untuk kemudian dikembalikan dalam jumlah berlipat ganda.

Hampir 40 hari setelah sedekah cincin tidak ada tanda-tanda, hal ini membuat istri saya lupa. Sa bodo teing lah, gitu kurang lebih. Pada hari ke 41 mulai ada tanda-tanda. Ada kawannya yang jual rumah dan pas kebetulan (padahal tidak ada sesuatu yang kebetulan) ia mempunyai teman properti. Lalu terjadilah transaksi dengan cepat, hanya satu dua hari saja langsung deal.

Sebagai makelar tentu saja istri saya ketiban rezeki besar. Bahkan ia mendapat rezeki yang cukup untuk membeli 3 kalung yang bagus-bagus. Subhanallah, Saya yang sudah sering membuktikan keajaiban sedekahpun masih berdecak kagum lho? Ada-adaaa saja cara Allah melipatgandakan sedekah.

Nah…. Cantik khan? Makanya maintain rasa yakin anda kepada Allah apapun yang terjadi. Seburuk apapun menurut kita tetap latihan yakin. Jangan goyah, jangan menyerah. Insya Allah akan ada momentum dimana sedekah anda dibalas dengan cara yang cantik oleh Allah swt.

Wallahu A’lam