Post Terakhir

Jannah dan Jahannam, Kemanakah Kita Akan Berlabuh?

mudik-akhirat

Dialah Allah sang maha menepati janji, dialah Allah sang maha kuasa lagi maha perkasa, dialah Allah sang pemilik hari pembalasan, dan dialah Allah sang pemilik Jannah serta Jahannam.

Lantas siapakah kita yang sudah berani mendebat dan melawan kehendaknya? Siapakah kita yang sudah berani mengabaikan perintahnya? Siapakah kita yang sudah berani menjamin akan hidup kekal di dunia ini?

Ketahuilah, sesungguhnya tidak ada satupun makhluk yang bisa menghentikan kehendak Allah, tidak ada satupun makhluk yang bisa lari dari kuasa Allah, karena dialah Allah sang maha kuasa lagi perkasa.

 

Kaum muslimin walmuslimat yang dirahmati Allah.

Yakinlah akan adanya hari kemudian serta hari pembalasan, dan Yakinlah akan adanya tempat kehidupan setelah kematian, dan hanya kepada Allah lah kita akan kembali.

Yakni Jannah nya Allah tempat sebaik-baiknya kembali, dimana setiap jiwa akan kekal di dalamnya dengan segenap kenikmatan. Tak lupa juga ada Jahannam, yakni tempat seburuk-buruknya kembali dan tak satupun manusia yang sanggup berada di dalamnya dengan segala kepedihan.

Lantas kemanakah kita akan berlabu? sudah cukupkah amalan yang kita punya untuk menukarnya dengan jannahnya Allah, setidaknya bisa menahan dari pedihnya siksa api neraka? Atau mungkin amal baikmu lebih kecil dibanding dosa yang senantiasa engkau tumpuk? Bertaubatlah dan beramal baiklah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

 

Lebih dari 1400 tahun yang lalu, Allah mengutus hambanya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai rasul dan pembawa kebenaran bagi ummat manusia. Dialah contoh bagaimana seorang manusia harus takut sekaligus yakin terhadap sang pencipta, dialah contoh bagaimana manusia harus yakin akan adanya kehidupan setelah kematian, dan dialah contoh bagaimana manusia harus sabar dengan segenap perjuangan agar kembali kepada Allah dengan membawa kebaikan.

Tapi lihatlah bagaimana kebanyakan manusia sekarang terlebih seorang mukmin. Satu demi satu dari kita mulai lalai dengan tugas dan kewajiban nya sebagai seorang hamba yang lekas kembali kepada sang tuhan, satu demi satu mulai lengah dengan kehidupan dunia yang sangat mengasikan sekaligus melalaikan, satu demi satu mulai terjerembab oleh rayuan setan yang tak sedikitpun memberi jaminan kepada kita semua. Astagfirullohaladzim!!

 

Lihatlah juga bagaimana kebanyakan kita seolah tidak peduli lagi dengan janji Allah tentang adanya hari pembalasan. Lihatlah bagaimana sejadah kita setiap hari selalu terlipat, lihatlah bagaimana Al-Qur’an kita setiap hari selalu tertutup hingga berdebu, mata kami selalu kering dari basahnya air mata penyesalan atas dosa-dosa yang telah banyak kita kumpul, mulut kita yang lebih terbiasa melafalkan lagu-lagu gak jelas ketimbang dzikir kepada Allah… Sungguh kami bertaubat kepadamu ya Allah…

 

Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah diri kami yang selalu sengaja melalikan perintahmu, ampunilah diri kami yang selalu penuh dengan perbuatan-perbuatan dosa.

Ya Allah, lindungilah kami dari pedihnya siksa kubur dan siksa api neraka. Masukanlah kami, orang tua kami, saudara-saudara kami, dan sahabat-sahabat kami kedalam jannahnya engakau, kedalam surganya engkau.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments