Post Terakhir

Berjuang Cari kuliah, Selalu Libatkan Allah Dalam Perjuangan

!

Summary

Her Campus Studying Main _0

 

Berkah Ramadhan bersama Allah

Di ramadhan tahun lalu, saya diberikan sebuah pelajaran yang sangat berharga oleh Allah. Dan ajaibnya, ini benar-benar terjadi di bulan kemuliaan, bulan Ramadhan.

Tahun lalu yaitu tahun 2015 adalah tahun dimana saya lulus dari SMA. Dan mencari tempat persinggahan pendidikan selanjutnya adalah hal yang saya fokuskan. Singkatnya saya mencari tempat kuliah.

Sebelum ramadhan tiba, Alhamdulillah saya sudah sukses ditolak melalui jalur SNMPTN. Mengapa saya syukuri? Insya Allah kita semua akan melihatnya di akhir. Pada 9 mei 2015 pengumuman gagal SNMPTN itu benar-benar membuat saya memang harus berjuang lebih.  Lalu bulan selanjutnya adalah tes SBMPTN. Saya mengambil 3 pilihan program studi. Ujian SBMPTN waktu itu tepat pada tanggal 9 Juni 2016, sebulan tepat setelah saya gagal SNMPTN. Setelah ujian, sambil menunggu hasil saya juga mencoba membaca buku-buku dan tulisan Ust Yusuf Mansur. Ada keutamaan sedekah, perbanyak sholawat, baca Al-waqiah, baca Ar-rahman, Dzuha, dan kencengin wudzu dan bismillahnya. Salah satu hal yang paling saya ingat adalah kalimat Ust yusuf Mansur di salah satu trilogy buku nya yang bilang “Mau masuk ITB, UI, UGM itu bukan karena otak saudara, tapi karena Allah.” Jleb rasanya. Dan saya menyadari, kalaupun kita berusaha keras, tetapi tidak melibatkan Allah, bisa saja menjadi sebuah perjuangan yang tidak berarti.

Pengumuman SBMPTN jatuh pada tanggal 9 Juli 2015, ya tepat berturut-turut di tanggal 9 setiap bulannya. Sambil menunggu SBMPTN, saya juga mengikuti Ujian mandiri di UGM dan UNY. Dan waktu pengumuman SBMPTN itu datang, Alhamdulillah lagi-lagi saya sukses tidak diterima. Saya gagal untuk kedua kalinya. Banyak sekali chat yang masuk ke smartphone saya waktu itu. Untuk menanyakan kabar, keterima di Universitas mana saya waktu itu. Setelah saya sampaikan kepada teman-teman, mereka satu demi satu membesarkan hati saya. Menyemangati saya sehingga air mata itu memang harus diseka, lalu menerima apa yang ditetapkan oleh Allah. Ada teman saya yang bilang “Jangan sampai kehilangan impianmu brother.” Ya, perjuangan memang harus lanjut.

Entah kenapa waktu itu banyak sekali yang menawarkan untuk mencoba membaca buku-buku Ust Yusuf Mansur. Seolah-olah ada magnet buat menguatkan spiritualnya lagi. Mulai dari temanku yang Alhamdulillah sekarang jadi rekan bisnis, informasi televisi, sampai om saya yang juga mengoleksi buku tulisan Ust Yusuf Mansur.  Saya baca trilogy Feel, Rich, dan Believe. Dan Allahu Akbar, saya bergetar hebat saat itu. Dan bahkan, saat itu saya tidak ingin membalik halaman selanjutnya apabila saya belum menyelesaikan amalan itu. Amalan itu adalah tentang membaca shalawat 100 kali dan doa. Hanya keyakinan kepada Allah lah yang saya pegang waktu itu.

Tidak lama setelah itu, saya mendaftar UM UNS yang menggunakan nilai SBMPTN. Akhirnya saya coba dan mengambil 2 prodi S1 dan 2 prodi D3. Setiap hari doa saya panjatkan terus dan terus. Dan Alhamdulillah, ketika pengumuman itu datang saya SUKSES tidak diterima kembali. Allahu akbar. Seperti inikah ujian yang berat itu datang Ya Allah? Dan terlebih saya ingat ayat Allah yang mengatakan bahwa Allah tidak akan pernah membebani seorang hamba melebihi kapasitasnya. Allah ingin lihat siapa yang sabar. Allah ingin melihat bagaimana  cara saya menghadapi hal seperti ini. Begitulah khusnudzon saya kepada Allah saat itu.  Air mata terus menderai dan mungkin untuk pertama kalinya sejak aku  baligh ibu memelukku dan mencium keningku.

Apa janji Allah yang akan datang? Dalam angan saya selalu muncul Kapan janji Allah itu datang? Untuk siapa janji Allah itu datang? Seperti apa bentuknya? Ternyata pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah Allah jawab di dalam Al-Quran.

 

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan.

Dan percayalah bahwa janji Allah itu akan datang.

Rahmat Allah itu akan datang kepada mereka yang yakin terhadap kitab yang diturunkan.

Allah tidak akan membebani beban yang diterima seorang hamba-Nya kecuali dalam batas kemampuan hamba-Nya.

 

Saya mempraktikkan sebuah amalan sedekah. Bismillah. (Semoga ini menjadi pembelajaran dan bukan sebagai suatu hal kesombongan). Saat itu saya membonceng motor teman saya. Kemudian dia bilang “Zam, tolong ini kamu berikan kepada tukang becak itu,” sambil ia memberikan sebuah amplop. Tanpa isyarat berhenti, atas instruksinya pun saya memberikan sedekah teman saya itu kepada seorang tukang becak. Saya pun mencontohnya. Saya tidak tahu berapa isi dompet saya, niat saya ya sedekah saya. Atas izin Allah saya sedekah isi dompet tersebut. Dan setelah itu rezeki datang dan luar biasa keajaiban Allah itu.

Saya membaca sebuah kalimat di sebuah akun Instagram. “Badai itu pasti berlalu, setelah itu akan datang musim semi.” Masuk di bulan Agustus. Bismillah. Bulan ini adalah pengumuman-pengumuman Ujian Mandiri yang saya ikuti. Setelah saya SUKSES ditolak 12 program studi, maka saya terus mencoba lagi. Dan keajaiban itu satu persatu mulai berdatangan. 3 Agustus 2015. Saat itu saya sedang tidak memiliki koneksi internet. Tiba-tiba saya menerima SMS dari ayah saya. Hanya singkat sms nya. “Selamat ya Zamzam”. Saya tidak tahu apa-apa. Lalu saya beli paket internet dan Allahu akbar. Pengumuman SM UNY terpampang di laptop dan saya diterima di Prodi S1 Fisika. Alhamdulillah ribuan syukur saya panjatkan kepada Allah. 3 hari setelah itu Allah lagi-lagi bekerja dengan misterius. 6 Agustus 2015 adalah pengumuman Utul 2 Vokasi UGM, dan rahmat Allah itu datang lagi. Alhamduillah saya di terima di Prodi D4 Pembangunan infrastruktur. Dan tepat pada 9 Agustus 2015, sungguh indah apa yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-Nya.

“Barangsiapa beryukur kepada-Ku, maka nikmat-Nya akan ditambah.”

Alhamdulillah saya diberikan karunia oleh Allah sebagai orang yang GAGAL untuk menyerah. Pengumuman di website SM UPN “Veteran” Yogyakarta menjadi hal yang seolah  Allah menurunkan ribuan malaikat untuk mengusap air mataku selama ini.  Akhirnya, saya diterima di Teknik Perminyakan UPN “Veteran” Yogyakarta. Dan ajaibnya, inilah harapan orangtua sejak saya masih duduk di bangku SMP. Dan ternyata, kertas-kertas yang dulunya pernah menghiasi dinding kamar saya, menjad saksi bisu terkabulnya doa. Akhirnya, inilah yang saya pilih sebagai tempat perkuliahan saya saat ini. Begitulah Allah, Dia bekerja dengan sangat misterius. Dia mengabulkan doa dan hajat hamba-Nya. Dan semoga ini adalah wasilah untuk terus mengingatkan saya agar selalu berjuang bersama Allah.  Inilah berkah ramadhan.

 

“Kalau berjuang, jangan berjuang sendiri. Libatkan Allah dalam setiap hajat dan pencapaian. Kencengin amalan seperti Dzuha, Sholat di awal waktu, sedekah, perbanyak shalawat, baca Al-Waqiah, baca Ar-rahman, shalat malam, dan berdoa.  Insya Allah akan di mudahkan jalan yang saudara akan tempuh.”

 Sumber gambar

(1) Comment

  1. Vico

    di antara yang menerima, akhirnya pilih prodi yang mana kakak? Subkhanallah, wajiblah kita bersyukur atas kemurahan Gusti Allah SWT. Beraneka ragam uji dan coba dari Allah untuk hambanya. Ada yang pandai, lolos tes di mana-mana namun tak berdaya dengan biaya pendidikan. Ada juga yang tidak bermasalah dengan biaya pendidikan namun bermasalah dalam tes masuknya. Intinya, hidup dan sukses kita peroleh karna perjuangan. Allah berhak menguji hambanya. Kewajiban hambanya untuk bersabar. Di situlah kenikmatan yng saya peroleh. Apa yang kakak alami adalah kebalikan yang pernah saya alami. Namun, outputnya, kita sama2 bisa melewati uji dan coba. Semoga kakak sukses. InsyaAllah...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments