Post Terakhir

Belajar Jadi Baik

rocks-3000-2000-wallpaper

Tidak ada manusia yang terlahir langsung menjadi baik. Orang yang sudah dianggap baikpun terkadang masih tidak disukai oleh sebagian yang lainnya.

Belajar jadi baik tak hanya sebatas tindakan, tetapi selayaknya juga secara lisan. Berkata yang baik atau lebih baik diam.

Bayangkan ketika sebuah ucapan ibarat sebuah doa, yang mungkin tanpa disangka dapat dikabulkan. Tidak suka tak lantas harus memaki, bahkan ketika dalam posisi benar pun haruslah kata-kata disampaikan secara bersahaja.

Siapa tahu kata yang menurut kita biasa tetapi dapat menjadi luka bagi yang lainnya. Siapa sangka kata yang menurut kita biasa tetapi bisa melahirkan dendam, bahkan menjadikan orang yang tersakiti mengeluarkan kata buruk untuk diri kita, dan mungkin saja tak disangka dapat dikabulkan oleh Alloh sang Maha Pencipta.

Dalam posisi benar ataupun salah, pemimpin ataupun dipimpin, hendaknya setiap kata dan perbuatan harus kita fikirkan secara seksama. Bahkan seseorang dianggap beriman ketika ia mampu mengendalikan lisannya.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasululloh sallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (H.R Al-Bukhari, no. 6018 dan Muslim, no.47)

Selalu istiqomah untuk belajar jadi baik. Belajar mengendalikan lisan dan emosi agar tidak menyakiti oranglain. Berdoa agar tidak pernah merasa tinggi. Jika Alloh ijinkan, setiap kata yang terucap semoga tidak menyakiti yang lainnya.

Ya Alloh Ya Tuhanku. Ijinkan aku untuk memperbincangkan nama Mu di waktu malam dan siang ku. Semata-mata untuk menunjukkan bahwa aku sangat mencintai Mu. Kemurahan nafas yang kau beri, karunia akal yang selalu mengiringi, hingga sunggu membuatku jatuh hati.

Ingatkan aku ketika hati ini merasa tinggi dan besar, karena hanya engkaulah sang Maha benar dan kekal. Aku tak lain hanyalah hamba Mu yang berharap kemurahan kasih sayang Mu. Berkat kemurahan Mu aku dapat menggunakan akal, hati, dan fikiranku untuk lebih mengenalMu. Tanpa Mu aku bukan siapa-siapa dan tak kan pernah menjadi apa-apa. Ijinkan aku untuk menjadi hamba Mu yang dapat mencerminkan kebaikan ajaran Mu, kesempurnaan agama Mu, menjadi cerminan muslim sejati dan menjadi bagian dari agama Mu yang Rahmatan lil ‘Alamin.

Sumber gambar

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments