Post Terakhir

Agar Hidup Jadi Lebih Baik

sky_wallpapers_171

 

Dalam hidup, manusia pada dasarnya selalu ingin menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Untuk itulah mereka ciptakan yang namanya teknologi, mereka kembangkan yang namanya ilmu pengetahuan, dan seterusnya. Tujuan hanya satu; peningkatan kualitas hidup.

Hari ini, paradigma yang berkembang terkait indikator kualitas kehidupan seseorang itu dianggap baik atau tidak, cenderung materialis. Maksudnya adalah, mereka hanya berorientasi kepada hal-hal yang sifatnya kebendaan duniawi saja, semisal; kekayaan, kekuasaan, ketenaran, dan sebagainya. Sementara aspek yang lebih esensial seperti ketenangan pikiran, ketentraman jiwa, dan kebahagiaan menjalani hidup, seringkali luput dari perhatian. Saat kita bicara soal kualitas hidup, maka hal-hal yang esensial inilah yang sebetulnya bisa dijadikan indikator, bisa dijadikan tujuan. Sedangkan hal-hal yang sifatnya kebendaan itu, adalah alat yang bisa membantu mencapai tujuan. Bukan tujuan itu sendiri.

Hari ini, telah banyak manusia yang terjebak dalam perspektif yang keliru itu. Mereka berbondong-bondong mencari kekayaan, kekuasaan, serta ketenaran dan melupakan hal-hal yang esensial. Maka yang terjadi hanyalah kekosongan jiwa dan kebahagiaan yang fana.

Ada yang bekerja keras siang malam, untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, karena dia pikir disitulah letak ketenangan. Tapi ternyata semakin bertambah pundi uang, justru malah semakin bertambah ketakutan, bukan ketenangan. Takut jika uangnya hilang, takut jika uangnya ada yang mencuri. Dan telah banyak kita dengar kisah orang-orang kaya mati bunuh diri, oleh sebab kekayaannya. Jadi dimana sebetulnya letak ketenangan itu?

Ada yang berpikir bahwa kekuasaan adalah sumber ketentraman. Duduk manis di singgasana, tinggal menyuruh bawahan untuk melakukan sesuatu. Maka banyak orang memperebutkan kekuasaan. Menghalalkan segala cara untuk saling menjatuhkan. Kekuasaan bukannya membawa ketentraman, tapi malah jadi sebab kegelisahan. Jadi dimana sebetulnya letak ketentraman itu?

Banyak pula orang yang berpikir jika ketenaran dapat membawa kebahagiaan. Hidup dikenal dan dielu-elu kan banyak orang. Tapi hari ini kita saksikan, tidak sedikit artis yang terjerat narkoba, karen ia tidak dapatkan ketenangan. Tidak merasakan kebahagiaan dalam hidupnya sebagai seorang artis. Jadi dimana sebetulnya letak kebahagiaan itu?

Disinilah penting untuk kita ketahui bersama, bagaimana kita, sebagai seorang muslim memandang kehidupan ini. Kehidupan seperti apa yang dikatakan berkualitas itu?

Saat orang lain masih bingung merumuskan cara, kiat-kiat agar hidup jadi lebih baik, kita sebagai seorang muslim seharusnya tidak perlu ikut-ikutan bingung. Kita telah dianugerahkan oleh Allah SWT buku panduan yang merangkum seluruh kiat-kiat agar hidup kita selalu dan semakin baik; yakni Al-Qur’an. Selama kita bisa berpegang teguh kepadanya, hidup kita tidak akan pernah tersesat.

Ada 2 prinsip yang mesti kita pegang sebagai seorang muslim dalam memandang kehidupan dunia:

  1. Jadikan hidup kita bukan sekedar hidup. Tapi juga sebagai bentuk pengabdian kita kepada Sang Pencipta.
  2. Kehidupan dunia ini hanyalah alat untuk mencapai tujuan.

Dengan memaknai 2 prinsip itu, kita akan segera menyadari untuk tidak terbawa arus pemikiran orang kebanyakan, karena kita telah punya prinsip sendiri. Bahwa hidup bukan sekedar harus baik, tapi juga harus diridhoi Allah.

Saat kita sedang mengalami keterpurukan hidup, jatuh miskin misalnya. Yang kita pikirkan jangan hanya bagaimana cara mendapat uang yang banyak, bagaimana cara bebas dari kemiskinan, tapi pikirkan dulu hal-hal yang lebih esensial. Bagaimana dengan sholat kita? Jangan-jangan sudah sering kita tinggalkan. Bagaimana dengan Qur’an kita, apakah sudah dibaca, dihayati, dan diamalkan? Jangan-jangan keterbataan kita dalam berinteraksi dengan Qur’an, menjadi pengaruh pada keterbataan kita dalam mengarungi kehidupan?

Maka dalam pandangan Islam, hidup seseorang itu bisa dikatakan berkualitas ketika seseorang itu bisa memakmurkan setiap waktu yang dimilikinya. Ia mampu mengoptimalkan setiap potensi yang sudah diberikan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Semakin bertambah umur, semakin bertambah pula kesalehannya. Semakin tinggi ilmunya, semakin tinggi pula ketawadhuannya.

Saat kita ada kepentingan dengan urusan duniawi kita, maka kita lihat dulu bagaimana kualitas berislam kita. Kita terus tingkatkan kualitas keislaman kita; perbaiki sholat, hayati kembali Qur’an lalu kemudian amalkan. Insya Allah perbaikan hidup pun akan sejalan dengan ikhtiar kita. ketenangan pikiran, ketentraman jiwa, dan kebahagiaan menjalani hidup akan senantiasa menyertai kita.
Tulisan ini terinspirasi dari kuliah umum bersama Ustadz Yusuf Mansur “Bagaimana mengubah dan memperbaiki hidup dan kehidupan lewat memperbaiki kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Qur’an dan shalat”.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments