Post Terakhir

1 Detik Yang Berharga di Bulan Ramadhan

Hours-of-Tears-Wallpaper-Free-Download-197Kehidupan di dunia hanya sementara dan suatu saat pasti akan berakhir. Tahap pertama berakhirnya kehidupan adalah, ketika seorang hamba meninggal dunia atau kembali ke hadapan Allah. Allah memberi batas seberapa lama kita hidup di dunia. Dan jatah hidup itu tidak Allah beritahukan ke hamba-Nya hanya menjadi rahasia-Nya saja. Sementara, hidup di akhiratlah yang kekal dan abadi.

Karenanya, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk senantiasa istiqomah menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, agar kehidupan kita di dunia ini sesuai dengan perintah-Nya. Dan pada akhirnya nanti, segala aktifitas yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya kelak.

Kita mesti banyak-banyak bersyukur, karena hingga saat ini Allah masih memanjangkan umur kita. Masih di ijinkan untuk menikmati kehidupan dunia ini. Masih diberi berbagai kenikmatan rejeki. Allah berikan kita istri/suami, anak, rumah, mobil, uang, pendidikan, kesehatan, dan berbagai kenikmatan lainnya. Meskipun semua pemberian itu kelak akan kita tinggalkan.

Sesungguhnya, tidak ada yang namanya hidup sulit selagi seorang hamba bersyukur dengan apa yang dimilikinya selama ini. Karena Allah senantiasa mencukupkan rejeki untuk hamba-hambaNya. Terkadang mungkin, seseorang pernah mengeluh terhadap apa-apa yang mereka inginkan yang belum dia dapatkan, meskipun dia telah berkali-kali berdoa dan meminta kepada-Nya.

Bisa jadi apa yang dia pinta itu tidak baik untuk dirinya, meskipun menurut dia itu sangat bermanfaat. Sehingga Allah tidak mau memberikannya. Yakinlah bahwa apa saja yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Dan sebaliknya, bisa saja yang buruk menurut kita belum tentu buruk. Karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Yakinlah, bahwa apapun yang Allah tetapkan kepada hamba-Nya itulah yang terbaik. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Tak mungkin Allah memberikan yang buruk untuk hambaNya, tak mungkin Allah mencelakakan hamba-Nya. Terkadang, manusialah yang membuat dirinya buruk dan celaka. Karena Allah sangat sayang kepada hamba-Nya. Allah sangat cinta kepada hamba-Nya. Karena Allah adalah Ar-Rahim Maha Penyayang.

Tidak usah jauh-jauh mengukur sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Coba hitung nikmat bernafas yang kita miliki hingga saat ini. Sudah bertahun-tahun kita bernafas. Mampukah kita menghitungnya? Nikmat bernafas ini tiada taranya dengan yang lain. Kenapa ? bayangkan saja seandainya Allah menghentikan nafas kita saat ini juga, apa jadinya ? tamatlah hidup kita.

Baiklah. Tak usah kita bicara nikmat yang luar biasa ini. Coba kita bicara nikmat yang bersifat materi saja. Jika selama ini hidup Anda penuh dengan kebahagian, berkecukupan, punya keturunan, punya harta banyak dan didapatkan dari yang halal, dan nikmat-nikmat lainnya, maka bersyukurlah dan bergembiralah. Allah sangat senang kepada Anda sekaligus menguji Anda dengan semua yang Anda dimiliki selama ini. Dan yang lebih penting lagi, kelak semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya.

Mari kita lihat lagi betapa sayangnya Allah terhadap hamba-Nya. Dalam Surah Ali-Imran ayat 2 menjelaskan bahwa Allah Yang Maha Hidup terus menerus mengatur makhlukNya. Siang malam, tidak kenal waktu, terus menerus mengatur alam semesta ini yang didalamnya termasuk kehidupan kita.

Lihatlah. Betapa sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Allah terus menerus mengurus hambanya tanpa henti. Masihkah mereka berburuk sangka kepada-Nya. Masihkah kita lalai bersyukur kepada-Nya. Saat permintaan mereka belum terpenuhi oleh-Nya, mereka mungkin berburuk sangka. Padahal boleh jadi, permintaan itu telah diberikan Allah namun tidak persis seperti yang mereka minta. Karena Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Karena sangat Sayangnya Allah kepada hamba-Nya, dalam Surah Ali-Imran ayat 30 juga disampaikan, Allah memberi peringatan kepada hamba-Nya bahwa setiap jiwa mendapatkan balasan dari setiap perbuatannya. Baik pekerjaan yang baik maupun pekerjaan yang buruk. Itu artinya, Allah tidak melepaskan hamba-Nya begitu saja. Allah sudah peringatkan awal-awal bahwa ada balasan setiap pekerjaan hamba-Nya.

Setiap manusia tidak akan mampu menghitung kasih sayang Allah kepada dirinya. Siapapun tidak akan bisa. Karena Allah Maha Pemberi rezeki, Maha Pembuka Jalan, Maha Kaya, Maha Mengayakan, Maha Pencipta, Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan seluruh Nama-Nya yang indah yang tertulis dalam Asmaul Husna.

Kesimpulannya, janganlah bersedih jika ada sesuatu kurang baik yang kita alami selama ini. Karena selama ini kasih sayang-Nya terus menyertai kita. Berbuat dan berkerjalah selama masih diberi kehidupan. Usia ini ada batasnya. Jangan sampai menyesal dikemudian. Mumpung masih diberi umur panjang. Nikmatilah hidup ini dengan lebih memperbanyak ibadah kepada-Nya sebelum Malaikat Maut menjemput untuk kembali kepada-Nya.

Satu hal lagi.. dan tentu kita semua menyadari bahwa, kasih sayang Allah sangat besar kepada kita hingga saat ini. Karena kita masih dipertemukan oleh-Nya di bulan yang penuh berkah ini. Bulan yang dinanti-nantikan oleh segenap kaum Muslimin wal Muslimat. Dan kita yang masih berkesempatan berada di bulan ini tentu sangat bersyukur. Karena banyak saudara-saudara kita yang mungkin sebelum Ramadhan ini tiba, mereka meminta kepada Allah untuk dipertemukan di Bulan ini. Namun sayang, mereka telah berpulang kehadapan Allah sebelum bertemu bulan Ramadhan.

Karena itu kita tentu sangat bersyukur. Karena Hingga Saat ini Allah masih mempertahankan kita, dan mudah-mudahan  keberadaan kita di bulan Ramadhan ini dapat kita gunakan sebaik-baiknya untuk beribadah hingga puasa terakhir, sehingga memperoleh predikat Taqwa dari Allah SWT untuk menjalankan kehidupan pada bulan-bulan selanjutnya. Insya Allah. Aamiin

Saya mengutip tausiah Syekh Abdullah Amri yang Menggetarkan tentang menggunakan kesempatan di bulan Ramadhan. berikut yang beliau sampaikan :

“Jikalau Allah masih memberi nikmat kesempatan untuk kita berjumpa di bulan Ramadhan, maka sangat sepatutnya bagi kita untuk memanfaatkannya dengan target-target yang telah kita skedulkan untuk kita lakukan.

Karena, sekarang orang-orang selain kita dari para penghuni kubur, yang dahulu bersama kita pada bulan Ramadhan yang lalu, mereka berkeinginan, kiranya mereka keluar dari kubur, untuk mendapatkan satu malam pada bulan Ramadhan.

Jika kita berjumpa dengan bulan Ramadhan, dan Allah masih memberi nikmat kesempatan untuk kita berjumpa dengannya, maka sangatlah “aneh”, Orang yang berniat untuk tidak memanfaatkan bulan Ramadhan. Saya katakan kepadanya: “aneh”. “aneh”.

Apakah Anda tidak tahu, bahwa sekarang ada banyak manusia dari para penghuni kubur yang menyesal. Mereka menyesal. Menyesali satu malam dari masa hidup yang ia lalaikan. Maka bagaimana dengan malam-malam bulan Ramadhan ?! malam-malam yang sangat Agung… Agung… Agung… tidak ada yang mengetahui (keagungannya) kecuali orang yang kehilangannya.

Tidak ada yang mengetahui (keagungannya) kecuali para penghuni kubur. Jikalau Allah -Jalla Jalaaluhu- menakdirkan bagi para penghuni kubur untuk mereka dikeluarkan (dari kuburnya), maka sungguh sekarang mereka akan berkata kepada setiap dari kita: “JANGAN PERNAH MENYIA-NYIAKAN SATU DETIK-PUN DARI BULAN RAMADHAN”.

Bukan satu hari, bukan dua hari, bukan tiga hari, bukan empat hari, dan bukan pula lima hari. Akan tetapi satu detik dari bulan Ramadhan. Karena mereka sangat memulyakan bulan yang penuh berkah ini. Dan sebelum mereka memulyakan bulan Ramadhan, mereka terlebih dahulu memulyakan Allah –‘Azza wajalla- dalam hati-hati mereka”.

 

Demikian tausiah singkat yang beliau sampaikan pada jamaahnya.

 

Dan sekarang, kembali kita renungkan. Bahwa batas umur siapa yang tahu, Malaikat Maut kapan datangnya juga tidak kita tahu. Karenanya, gunakan bulan Ramadhan kali ini untuk LEBIH BAIK dari Ramadhan sebelumnya. Karena kita tidak akan pernah tahu, bisa jadi, Ramadhan kali ini adalah, Ramadhan Terakhir untuk Kita. Kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita.

 

Tidak ada jaminan hari ini kita sampai pada waktu sore.

Tidak ada jaminan hari ini kita sampai pada waktu sahur.

Tidak ada jaminan kita sampai pada waktu berbuka puasa.

Tidak ada jaminan kita masih bisa ke Masjid.

Jika kita sedang dimasjid, tidak ada jaminan kita masih bisa keluar dari Masjid dan pulang kerumah.

Tidak ada jaminan kita masih bisa pergi kerja.

Tidak ada jaminan untuk kita akan melakukan apapun rencana-rencana yang ingin kita lakukan.

Tidak ada jaminan bagi kita untuk bisa bertemu pada bulan Ramadhan tahun depan.

 

Ya Allah… beri kami Hidayah 

Ya Allah…Ampuni segala dosa dan kesalahan kami

Ampuni segala dosa dan kesalahan kedua orang tua kami

Ampuni segala dosa dan kesalahan seluruh kaum Muslimin wal Muslimat

Baik yang masih Hidup maupun yang telah Wafat

Aamiin ya Robbal ‘alamiin..

 

Marhaban Ya Ramadhan

 

‪#‎TemukanRamadhanmu

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comments